Jangan Abaikan Anemia Berulang, Bisa Jadi Talasemia
Halo sobat Panti Nirmala!
Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!
Talasemia adalah kelainan darah genetik yang terjadi akibat mutasi gen yang memengaruhi produksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat sehingga penderita dapat mengalami anemia.
Talasemia merupakan penyakit bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap individu, mulai dari ringan hingga berat dan membutuhkan penanganan jangka panjang.
Jenis Talasemia
Secara umum, talasemia dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan bagian hemoglobin yang mengalami gangguan.
Talasemia Alfa
Talasemia alfa terjadi akibat mutasi pada rantai globin alfa. Tingkat keparahan kondisi ini bergantung pada jumlah gen yang mengalami kelainan.
Beta-Talasemia
Beta-talasemia terjadi akibat mutasi pada rantai globin beta. Jenis ini cukup sering ditemukan dan dapat menyebabkan anemia ringan hingga berat.
Tanda dan Gejala Talasemia
Gejala talasemia dapat berbeda-beda tergantung tingkat keparahan penyakit. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
Mudah lelah dan tubuh terasa lemah
Kulit tampak pucat atau bagian putih mata menguning
Pertumbuhan yang lebih lambat pada anak
Pembengkakan perut akibat pembesaran hati dan limpa
Kelainan bentuk tulang wajah pada kasus berat
Urine berwarna gelap
Sesak napas
Jika gejala-gejala ini muncul, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Pemeriksaan untuk Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis talasemia, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC)
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi anemia dan melihat ukuran serta kadar hemoglobin dalam sel darah merah.
Apusan Darah Tepi
Pemeriksaan ini membantu melihat bentuk dan ukuran sel darah merah secara lebih detail.
Elektroforesis Hemoglobin
Tes ini digunakan untuk mengukur jenis dan jumlah hemoglobin sehingga dapat membantu mengidentifikasi talasemia.
Pemeriksaan Kadar Zat Besi
Pemeriksaan ini penting untuk membedakan talasemia dari anemia akibat kekurangan zat besi.
Penanganan Talasemia
Pengobatan talasemia disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.
Transfusi Darah
Penderita talasemia mayor biasanya memerlukan transfusi darah secara rutin untuk menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.
Terapi Kelasi
Transfusi berulang dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh. Karena itu, terapi kelasi diberikan untuk membantu membuang kelebihan zat besi menggunakan obat khusus.
Pola Hidup Sehat
Menjaga pola makan sehat, mengonsumsi buah dan sayur, membatasi makanan tinggi zat besi, serta rutin berolahraga sesuai anjuran dokter dapat membantu menjaga kondisi tubuh.
Deteksi dini sangat penting agar perencanaan keluarga dapat dilakukan dengan lebih baik. Memahami talasemia sejak dini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita sekaligus mencegah risiko yang lebih besar pada generasi berikutnya.
Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417)
*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu
Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7
Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini
#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan