Puzzel nomor berapakah yang benar?
RS Pantinirmala
Administrator
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Asam urat atau gout arthritis adalah gangguan metabolik yang terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat berlebihan. Bila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan kristal asam urat menumpuk di persendian, memicu peradangan, nyeri hebat, pembengkakan, dan keterbatasan fungsi sendi.Selain pengobatan medis, pola makan atau diet yang tepat memainkan peran penting dalam mengendalikan kadar asam urat darah, mencegah serangan gout berulang, dan mempertahankan kualitas hidup pasien. Mengapa Diet Penting bagi Penderita Asam Urat?Asam urat terbentuk saat tubuh memecah zat yang disebut purin. Purin terdapat secara alami dalam tubuh dan juga dalam sejumlah makanan. Pada penderita asam urat, tubuh mengalami kesulitan mengeluarkan asam urat yang berlebihan, sehingga menumpuk dan membentuk kristal di dalam persendian.Dengan memilih makanan yang tepat dan membatasi makanan tinggi purin, kadar asam urat dapat dikendalikan lebih baik, sehingga risiko serangan gout dapat berkurang signifikan. Makanan yang DianjurkanUntuk membantu menurunkan kadar asam urat dan meredakan gejala, penderita asam urat sebaiknya mengonsumsi makanan berikut:1. Buah-Buahan SegarBuah seperti ceri, jeruk, apel, dan nanas kaya antioksidan dan vitamin C yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat serta meredakan inflamasi sendi.2. Sayuran Hijau dan Serat TinggiSayuran seperti brokoli, bayam, wortel, dan selada membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi risiko kenaikan kadar asam urat. Serat juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pencegahan penyakit metabolik lain yang sering menyertai asam urat.3. Sumber Protein Rendah LemakProtein berupa ayam tanpa kulit, tahu, tempe, telur, dan ikan berukuran kecil umumnya lebih rendah purin dibandingkan daging merah. Pilih metode memasak seperti direbus atau dikukus guna menekan asupan lemak tidak sehat.4. Air Putih yang CukupCairan membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui urine. Anjuran umum adalah minum minimal 8 gelas air per hari, atau lebih jika cuaca panas dan aktivitas tinggi. Makanan yang Sebaiknya Dibatasi atau DihindariBeberapa jenis makanan tinggi purin dapat memicu kenaikan kadar asam urat dan memperparah gejala gout:1. Daging Merah dan Organ DalamHindari konsumsi daging merah berlebihan serta jeroan seperti hati, ginjal, dan otak yang tinggi purin.2. Seafood Tinggi PurinBeberapa jenis makanan laut seperti sarden, makarel, kerang, dan udang memiliki kadar purin tinggi sehingga perlu dibatasi.3. Minuman Manis dan AlkoholMinuman bergula tinggi dapat memengaruhi metabolisme dan memicu produksi asam urat. Alkohol terutama bir dan minuman keras lain juga dapat menghambat ekskresi asam urat oleh ginjal. Tips Diet Harian untuk Pengendalian Asam UratAgar diet menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, penderita asam urat bisa menerapkan tips berikut:· Atur Porsi Makan Secara SeimbangKombinasikan karbohidrat kompleks (nasi merah, ubi) dengan protein rendah purin dan sayuran segar.· Pilih Metode Memasak yang SehatPilih teknik memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dibandingkan menggoreng untuk mengurangi asupan lemak.· Hindari Makanan Siap Saji Tinggi GaramTingginya garam dan lemak jenuh dalam makanan cepat saji bisa memperburuk inflamasi dan risiko penyakit lain seperti hipertensi.· Tetap Aktif BergerakOlahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam ringan membantu metabolisme tubuh dan kesehatan sendi secara menyeluruh. Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?Penderita asam urat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bila:Gejala sering kambuh meskipun sudah mengatur dietTerasa nyeri sendi hebat yang mengganggu aktivitasTerdapat pembengkakan atau kemerahan di sendiMengalami gangguan fungsi ginjal atau kondisi medis penyerta yang memperberat gout Diet sehat adalah bagian penting dari pengendalian asam urat. Dengan memilih makanan rendah purin, memperhatikan asupan cairan, dan mengatur pola makan seimbang, kadar asam urat dapat dikontrol lebih baik, sehingga frekuensi serangan gout dapat berkurang dan kualitas hidup meningkat. Konsultasi medis dan dukungan tim kesehatan juga akan membantu menyesuaikan rencana diet sesuai kebutuhan tiap individu.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu kondisi kesehatan kronis yang sering dijumpai di masyarakat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan komplikasi lainnya jika tidak dikendalikan dengan baik. Ketika datang bulan puasa, banyak penderita hipertensi bertanya apakah ibadah puasa aman dan apa manfaatnya terhadap tekanan darah. Jawabannya, puasa bisa membawa manfaat bagi penderita hipertensi jika dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan pengawasan medis. Puasa dan Pengaruhnya terhadap Tekanan DarahSelama berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolik terutama dalam hal pola makan dan waktu asupan cairan. Perubahan ini turut memengaruhi kerja sistem kardiovaskular termasuk tekanan darah. Penelitian dan praktik klinis menunjukkan bahwa puasa dapat berdampak positif pada pengaturan tekanan darah, selama puasa dijalankan dengan cara yang benar dan aman. Manfaat Puasa bagi Penderita Hipertensi1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah Secara AlamiPuasa dapat membantu menurunkan tekanan darah terutama pada penderita hipertensi ringan hingga sedang. Saat berpuasa, asupan kalori dan garam cenderung berkurang, dan hal ini berdampak positif terhadap tekanan darah. Penurunan kadar natrium dalam tubuh dapat membantu pembuluh darah untuk tidak terlalu bekerja keras memompa darah, sehingga tekanan darah lebih stabil. 2. Menurunkan Berat Badan dan Mengurangi Risiko Penyakit PenyertaBerpuasa sering kali dikaitkan juga dengan penurunan berat badan jika porsi makan dan jenis makanan yang dikonsumsi lebih sehat. Penurunan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah karena beban kerja jantung berkurang. Selain itu, pola makan yang lebih sehat selama sahur dan berbuka berpotensi mengurangi risiko penyakit metabolik lain seperti diabetes dan dislipidemia kondisi yang sering menyertai hipertensi. 3. Meningkatkan Sensitivitas InsulinPuasa juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin tubuh, sehingga memudahkan tubuh mengatur gula darah dengan lebih efektif. Karena resistensi insulin dapat memperparah tekanan darah tinggi, peningkatan sensitivitas insulin selama puasa menjadi salah satu manfaat tidak langsung yang membantu penderita hipertensi menjaga kondisi kesehatannya. Tips Puasa yang Aman bagi Penderita HipertensiAgar puasa bukan hanya aman tetapi juga memberi manfaat kesehatan, penderita hipertensi perlu memperhatikan beberapa langkah penting, antara lain:1. Konsultasi dengan Dokter Sebelum PuasaSebelum menjalankan puasa, penderita hipertensi dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk menilai kondisi tekanan darah, menyesuaikan pengobatan, dan menentukan strategi aman selama puasa. 2. Atur Jadwal Obat dengan TepatDokter dapat menyesuaikan jadwal konsumsi obat antihipertensi agar tetap efektif selama jam puasa tanpa mengurangi efek terapi pada siang hari. Pengaturan ini penting untuk mencegah lonjakan tekanan darah yang tidak terduga. 3. Konsumsi Cairan yang Cukup di Luar Jam PuasaDehidrasi dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan cairan cukup selama waktu berbuka hingga sahur, terutama air putih. Menghindari minuman berkafein dan manis juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. 4. Pilih Menu Makanan yang Sehat dan SeimbangHindari makanan tinggi garam, gorengan, serta makanan cepat saji karena dapat memicu tekanan darah naik. Sebaliknya, pilih makanan rendah garam, tinggi serat, sayuran, dan protein sehat saat sahur dan berbuka. 5. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan dan Istirahat CukupOlahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka bisa membantu menjaga kebugaran dan mendukung penurunan tekanan darah. Tidur yang cukup juga penting untuk mengatasi kelelahan dan menjaga kestabilan tekanan darah. Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter?Jika saat berpuasa Anda merasakan gejala yang tidak biasa seperti pusing hebat, nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur, segera cari pertolongan medis. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda tekanan darah tidak stabil atau komplikasi yang perlu ditangani segera oleh tenaga kesehatan. Puasa dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penderita hipertensi, terutama dalam membantu menurunkan tekanan darah, mengendalikan berat badan, dan meningkatkan sensitivitas insulin asalkan dijalankan secara aman dan terencana. Konsultasi dengan dokter, pengaturan obat dan asupan cairan, serta pola makan yang sehat menjadi kunci agar puasa membawa manfaat optimal sekaligus menjaga kondisi tekanan darah tetap stabil.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Puasa adalah ibadah mulia yang dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski sehat pada dasarnya, puasa juga berisiko menyebabkan dehidrasi — terutama jika asupan cairan tidak terpenuhi. Dehidrasi saat puasa bisa membuat tubuh cepat lelah, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan fungsi organ jika tidak ditangani dengan benar.Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mencegah dehidrasi saat berpuasa, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan cairan harian dengan bijak. Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Saat Puasa?Selama puasa, tubuh tidak menerima asupan cairan dalam jangka waktu yang panjang. Menurut pedoman kesehatan, asupan ±8 gelas air per hari (sekitar 2 liter) merupakan target praktis yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.Jumlah ini tentu bisa bervariasi tergantung kondisi fisik, aktivitas, serta iklim. Misalnya, pada cuaca panas atau aktivitas fisik tinggi, kebutuhan cairan cenderung lebih banyak. Strategi Minum Air Agar Tubuh Tetap Terhidrasi1. Bagi Asupan Sepanjang Waktu Non-PuasaKarena tidak boleh minum saat berpuasa, aturlah minum saat:Berbuka puasaSetelah shalat tarawih atau malam hariSebelum sahurMembagi asupan air di ketiga waktu ini membantu tubuh mendapatkan cairan secara konsisten tanpa sekaligus minum dalam jumlah banyak. 2. Mulai dengan Minum 1–2 Gelas Saat BerbukaKetika berbuka puasa, konsumsi 1–2 gelas air putih pertama untuk membantu tubuh mengembalikan cairan yang hilang sepanjang hari. 3. Perhatikan Asupan saat SahurMeminum air putih sebelum sahur dapat membantu menyediakan cadangan cairan saat mulai berpuasa. Pastikan untuk:Meminum minimal 1–2 gelas saat sahurMenghindari minuman manis atau berkafein karena dapat mempercepat dehidrasi Minuman yang Disarankan & yang Perlu DihindariMinuman yang Dianjurkan· Air putih pilihan terbaik untuk hidrasi· Air kelapa elektrolit alami· Air mineral dengan sedikit garam jika cuaca sangat panasMinuman seperti ini membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.Minuman yang Sebaiknya Dibatasi· Minuman berkafein (kopi/teh kuat)· Minuman manis seperti soda atau minuman energiKafein dan gula berlebih dapat meningkatkan buang air kecil atau menarik cairan dari sel tubuh, sehingga justru membuat dehidrasi makin parah. Tanda-Tanda Dehidrasi yang Perlu DiwaspadaiSelama puasa, dehidrasi dapat muncul secara bertahap. Beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan antara lain:· Mulut terasa sangat kering· Urin berwarna gelap· Pusing atau lemah· Sakit kepala· Detak jantung cepat atau lelah yang tidak biasaJika gejala ini mulai muncul, segera perhatikan asupan cairan setelah berbuka dan sahur serta kurangi aktivitas berat di siang hari. Tips Tambahan Supaya Cairan Terkontrol Baik· Konsumsi makanan yang mengandung cairan tinggi seperti buah semangka, melon, dan sayur berkuah· Hindari makanan sangat asin yang dapat meningkatkan rasa haus· Gunakan cup berukuran tetap supaya mudah menghitung jumlah gelas air yang diminum Dehidrasi saat puasa bisa dicegah dengan strategi asupan air yang cerdas, pengaturan minum saat berbuka dan sahur, serta pola makan yang mendukung. Dengan mencukupi ±8 gelas air sehari dibagi pada waktu yang tepat tubuh dapat tetap terhidrasi, bugar, dan berenergi selama menjalankan ibadah puasa.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Menjalankan ibadah puasa adalah tradisi yang sakral dan penuh berkah bagi umat muslim di Indonesia. Namun di balik makna spiritualnya, puasa juga membawa perubahan besar pada pola makan, aktivitas, dan ritme tubuh. Karena itu, agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat serta bugar, diperlukan strategi yang tepat dalam menjaga pola makan, hidrasi, istirahat, dan gaya hidup. 1. Atur Nutrisi Saat Sahur dan Berbukaa. Konsumsi Karbohidrat Kompleks Saat SahurKarbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, atau ubi jalar, dicerna lebih lambat oleh tubuh dan membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang siang hari.b. Sertakan ProteinSumber protein seperti telur, tahu-tempe, ayam tanpa kulit, atau ikan tidak hanya menjaga massa otot tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama.c. Sayur dan Buah yang Kaya SeratSerat membantu memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit — keluhan yang sering muncul saat puasa. Pilihlah sayuran hijau, buah-buahan segar, atau salad saat berbuka dan sahur. 2. Cukupi Asupan Cairan Untuk Menghindari DehidrasiSelama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama sehingga risiko dehidrasi meningkat. Untuk itu:· Minumlah air putih cukup saat sahur dan berbuka· Kurangi minuman manis dan berkafein yang justru mempercepat dehidrasi· Jika perlu, konsumsi air mineral dengan elektrolit untuk membantu keseimbangan cairan tubuh 3. Perhatikan Porsi dan Pola MakanMakan berlebihan saat berbuka justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kembung, atau kelelahan. Disarankan:· Berbuka dengan kurma dan air putih dulu, kemudian istirahat sebentar sebelum makan porsi utama· Makan perlahan dan dalam porsi seimbang· Hindari makan cepat atau terlalu banyak makanan berat sekaligus 4. Tetap Aktif Bergerak dengan Olahraga RinganWalaupun berpuasa, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran:· Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, stretching, yoga ringan· Waktu terbaik adalah setelah berbuka atau sebelum sahur· Hindari olahraga berat di siang hari yang dapat mempercepat kelelahan dan dehidrasi 5. Pastikan Waktu Istirahat CukupPerubahan jam tidur selama puasa bisa memicu kelelahan jika tidak diatur dengan baik. Tipsnya:· Usahakan tidur cukup 7-8 jam setiap malam· Jika perlu, sisipkan tidur siang singkat untuk memulihkan energi· Hindari begadang terlalu larut jika tidak diperlukan 6. Perhatikan Kesehatan Khusus Pada Penyakit TertentuBagi pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, gangguan lambung, atau penyakit jantung, puasa perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Penyesuaian pola makan, obat, dan pemantauan kesehatan berkala menjadi sangat penting agar puasa tetap aman dan tidak membahayakan kondisi kesehatan. Puasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus selama satu hari, tetapi juga tentang mengatur pola makan, cairan, aktivitas, dan istirahat dengan bijak. Dengan nutrisi yang seimbang, hidrasi yang cukup, olahraga ringan, serta istirahat yang memadai, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih sehat dan tubuh tetap bugar.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Setiap 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker pada anak, pentingnya deteksi dini, perawatan yang tepat, serta dukungan sosial dan medis bagi anak dan keluarga yang terdampak.Kanker pada anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan kanker pada dewasa, baik dari jenis penyakitnya, respons terhadap terapi, maupun dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu, edukasi dan dukungan terpadu menjadi kunci untuk memperbaiki angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien kecil. Apa Itu Kanker Anak?Kanker anak adalah kanker yang didiagnosis pada anak 0–14 tahun, termasuk berbagai jenis tumor yang sering muncul pada masa kanak-kanak, seperti leukemia, tumor otak, limfoma, tumor tulang, dan lain-lain. Jenis kanker ini biasanya tumbuh dari jaringan yang sedang berkembang, berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang lebih sering dipicu oleh faktor gaya hidup atau paparan lingkungan jangka panjang. Pentingnya Hari Kanker Anak SeduniaHari Kanker Anak Sedunia bertujuan untuk:Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker pada anakMendorong deteksi dini dan akses layanan onkologi anak yang lebih baikMengurangi kesenjangan layanan kesehatan antara kelompok masyarakatMemberikan dukungan psikososial bagi pasien dan keluargaMemperkuat kebijakan kesehatan publik terkait perawatan kanker anakMomentum ini juga menjadi panggilan bagi tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah untuk bersinergi dalam memberikan layanan yang holistik—mulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan. Gejala Kanker pada Anak yang Perlu DiwaspadaiKanker pada anak sering kali sulit dikenali sejak awal karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit umum. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:Penurunan berat badan tanpa sebab jelasDemam berkepanjangan yang tak kunjung sembuhLethargy/kelesuan yang tidak biasaNyeri persisten atau bengkak pada tubuhMemar atau berdarah tanpa sebab jelasBenjolan yang terus membesar Jika gejala-gejala ini terjadi lama dan tidak kunjung membaik dengan perawatan biasa, sangat disarankan untuk segera dilakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan profesional. Peran Deteksi Dini dalam Perawatan Kanker AnakDeteksi dini adalah salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan pengobatan kanker anak. Penanganan kanker yang dilakukan pada stadium awal biasanya menunjukkan respons yang lebih baik terhadap terapi, dengan peluang kesembuhan yang lebih tinggi. Oleh karena itu:Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi anakKenali perubahan fisik atau perilaku yang tidak biasaKonsultasikan segera bila ada kekhawatiran Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin cepat pula program terapi dapat dimulai meningkatkan peluang hasil yang optimal. Dukungan Holistik bagi Pasien dan KeluargaPenanganan kanker anak tidak hanya tentang terapi medis saja. Dukungan psikososial dan emosional bagi anak dan keluarga juga sangat penting, karena:Anak berjuang melawan penyakit sekaligus perubahan hidup sehari-hariOrang tua sering mengalami tekanan emosional dan finansial Rumah sakit dan tenaga kesehatan perlu menyediakan ruang konseling, dukungan kelompok, pendidikan keluarga, serta kebijakan layanan yang memudahkan akses terapi tanpa beban berlebih. Pesan Untuk MasyarakatDalam momentum Hari Kanker Anak Sedunia, mari kita:Edukasi diri dan lingkungan tentang tanda-tanda kanker pada anakDukung akses layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakatBerikan dukungan nyata bagi keluarga yang sedang berjuangKolaborasi antar profesional kesehatan, pemerintah, dan komunitas guna memperbaiki outcome pengobatan kanker anak secara merataInformasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan