Yuk Ketahui Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Vape

Kesehatan
Yuk Ketahui Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Vape
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

Halo sobat Panti Nirmala!

Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!

Vape seringkali dipersepsikan lebih aman dibanding rokok tembakau, baik itu kretek maupun filter. Namun, meskipun penggunaannya tampak lebih modern dan beragam rasa, vape tetap mengandung nikotin, zat adiktif yang diambil dari tembakau meski dicampur dengan aneka rasa yang menggoda selera. Dengan demikian, efek negatifnya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan, bahkan bisa menyerupai dampak rokok konvensional. Berikut lima dampak serius dari penggunaan vape yang perlu diketahui:

1. Kecanduan Nikotin Lebih Parah

Nikotin adalah zat yang sangat adiktif. Karena vape bekerja dengan sistem elektrik dan tekanan tinggi, nikotin masuk ke tubuh dalam jumlah besar melalui uap. Hal ini membuat ketergantungan berkembang pesat, ditandai dengan gejala fisik seperti pusing dan mual saat mencoba berhenti.

2. Perkembangan Otak Remaja Terancam

Bagi remaja yang otaknya masih terus berkembang hingga sekitar usia 25 tahun nikotin bisa sangat berbahaya. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), zat ini dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab atas perhatian, suasana hati, pembelajaran, dan pengendalian impuls. Proses pembentukan ingatan dan kemampuan belajar sangat rentan terganggu.

3. Risiko Penyakit Paru-paru

Uap dari vape mengandung senyawa seperti acrolein yang bahkan digunakan sebagai pembasmi gulma yang bisa menyebabkan cedera paru akut, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), serta asma. Selain itu, bahan perisa tertentu seperti diacetyl berpotensi merusak sel paru-paru secara serius.

4. Ancaman Terhadap Jantung dan Pembuluh Darah

Nikotin dalam vape memicu produksi hormon adrenalin. Saat hormon ini meningkat terus menerus, detak jantung pun ikut meningkat demi memperlancar aliran darah tapi itu memaksa jantung bekerja lebih keras daripada seharusnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berujung pada serangan jantung, bahkan kematian mendadak. 

5. Keracunan dari Nikotin Dalam Jumlah Banyak

Paparan nikotin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan keracunan akut. Gejalanya mulai dari mual dan muntah, hingga yang lebih parah seperti kejang dan gangguan pernapasan. Dalam situasi ekstrem, hal ini bisa fatal apalagi satu botol kecil liquid vape bisa mengandung hingga 100 mg nikotin, jauh melebihi dosis berbahaya (sekitar 30–60 mg untuk orang dewasa). 


Walau vape terlihat lebih modern dan “bersih,” sejatinya ia tidak lebih aman daripada rokok konvensional. Vape tetap menyimpan risiko tinggi: mulai dari kecanduan, gangguan perkembangan otak remaja, kerusakan paru-paru dan jantung, hingga potensi keracunan fatal. Cara paling bijak dan efektif untuk melindungi kesehatan Anda adalah berhenti sepenuhnya dari segala bentuk rokok termasuk rokok elektrik, tembakau, maupun shisha.

Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Henny Candrawati, M.Kes,Sp.P, praktek setiap hari Rabu & Jum'at pukul 14.00 - 17.00 WIB*

  • dr. Resky Tantular, Sp.P(K), FAPSR, praktek setiap Senin & Jum’at pukul 16.00 - 18.00 WIB*

  • dr. Ngakan Putu Parsama Putra,Sp.P(K), FISR,FAPSR praktek setiap Senin, Rabu & Jum'at pukul 19.00 - 20.00 WIB*

  • dr. Paulus Wibowo, Sp.P, praktek setiap Senin - Jum’at pukul 19.00 - 20.00 WIB*

  • Dr. dr. Jani Jane Rosihaningsih Sugir, Sp.P(K), FISR, FAPSR, praktek setiap Selasa pukul 17.00 - 21.00 WIB*

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini 

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Membaik! Stroke Butuh Penanganan Secepatnya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Tanpa penanganan yang cepat, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan mengancam nyawa.Karena itu, mengenali gejala dan segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting. Mengapa Penanganan Harus Cepat?Pada stroke, terdapat golden period atau periode emas penanganan, yaitu sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Namun, pasien sebaiknya sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam setelah gejala muncul agar peluang mendapatkan terapi yang optimal semakin besar.Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kemungkinan fungsi otak dapat diselamatkan dan risiko komplikasi dapat dikurangi. Penanganan Stroke Sesuai PenyebabnyaPenanganan stroke akan disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami pasien.Stroke Akibat Sumbatan Jika stroke disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat, dokter dapat memberikan obat atau melakukan tindakan khusus untuk membuka sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal.Stroke Akibat Perdarahan Apabila stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan. Kenali Gejalanya Sejak DiniSegera bawa pasien ke IGD apabila muncul gejala seperti:Wajah tampak mencong.Bicara pelo atau sulit berbicara.Tangan atau kaki mendadak lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh.Gangguan keseimbangan atau penurunan kesadaran.Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya karena setiap menit sangat berharga. Setiap Detik MenentukanStroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Datang lebih cepat ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada stroke, setiap detik dapat menentukan masa depan pasien.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Hati-Hati! Olahraga Favoritmu Bisa Memperparah Saraf Kejepit

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semua jenis latihan aman dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Beberapa gerakan tertentu justru dapat memberikan tekanan lebih besar pada saraf dan tulang belakang sehingga keluhan semakin berat.Karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.Olahraga yang Sebaiknya DihindariBeberapa gerakan yang berisiko memperparah saraf kejepit antara lain:Sit Up Gerakan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.Squat Squat dengan beban berat dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah.Deadlift Latihan ini melibatkan beban besar pada tulang belakang sehingga berpotensi memperparah saraf yang terjepit.Leg Press Tekanan yang dihasilkan saat melakukan leg press dapat memperberat keluhan pada punggung bagian bawah.Straight Leg Raises Gerakan mengangkat kaki lurus dapat menarik saraf yang sedang mengalami iritasi sehingga memicu nyeri.Bersepeda Terlalu Lama Posisi duduk yang terlalu lama saat bersepeda dapat memberikan tekanan berulang pada punggung dan memperburuk gejala.Apa Dampaknya?Jika tetap memaksakan olahraga yang tidak sesuai, tekanan pada saraf dapat meningkat sehingga menyebabkan:Nyeri yang semakin berat.Kesemutan pada lengan atau tungkai.Mati rasa.Keterbatasan dalam bergerak dan beraktivitas.Tetap Boleh BerolahragaMemiliki saraf kejepit bukan berarti harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu proses pemulihan, asalkan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.Sebelum memulai atau kembali berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Mereka dapat merekomendasikan latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda sehingga manfaat olahraga tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera. Jangan Memaksakan DiriApabila nyeri punggung, kesemutan, atau kelemahan pada lengan maupun tungkai semakin memburuk saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulatri, Sp.N, CIPS, FIN, praktek setiap hari Rabu & Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin & Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*dr. Bisma Dewanto Ari Prabowo, Sp.N, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Abaikan Mata dan Mulut Kering, Bisa Jadi Sindrom Sjögren

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata terasa perih, kering, atau mulut sering terasa kering mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, jangan anggap sepele. Keluhan ini bisa menjadi tanda Sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.Sindrom Sjögren dapat memengaruhi kualitas hidup karena membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga melihat, menjadi kurang nyaman. Apa Itu Sindrom Sjögren?Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sasaran utamanya adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur sehingga produksinya menurun.Akibatnya, penderita akan mengalami mata dan mulut kering secara terus-menerus. Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat menyerang organ lain, seperti sendi, kulit, paru-paru, hingga ginjal. Apa Penyebabnya?Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Sjögren belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, antara lain:Faktor genetik atau keturunan.Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.Infeksi virus atau bakteri yang diduga menjadi pemicu munculnya reaksi autoimun.Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mengapa Perlu Diwaspadai?Produksi air mata dan air liur yang berkurang dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.Mulut kering sehingga sulit mengunyah atau menelan makanan.Bibir mudah pecah-pecah.Risiko gigi berlubang meningkat karena berkurangnya air liur.Rasa lelah atau nyeri sendi pada sebagian penderita.Jika tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila mata dan mulut kering berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti nyeri sendi, pembengkakan kelenjar, atau rasa lelah yang tidak kunjung membaik.Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Kenali Gejalanya Sejak DiniMata dan mulut yang sering kering bukan selalu disebabkan oleh kurang minum atau kelelahan. Pada beberapa orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda Sindrom Sjögren yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat, sehingga keluhan dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sering Pipis Saat Batuk atau Bersin? Jangan Dianggap Sepele!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami urine keluar tanpa sengaja saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar, terutama setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda inkontinensia urin tipe tekanan (stress urinary incontinence).Kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, sementara otot dasar panggul dan saluran kemih tidak mampu menahan keluarnya urine. Apa Penyebab Inkontinensia Urin Tipe Tekanan?Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah, di antaranya:Otot Dasar Panggul Melemah Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih dan membantu mengontrol pengeluaran urine. Ketika otot ini melemah, urine dapat keluar tanpa disadari saat terjadi tekanan pada perut.Kehamilan dan Persalinan Proses kehamilan dan persalinan dapat meregangkan serta melemahkan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko inkontinensia urin.Menopause dan Perubahan Hormon Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat memengaruhi kekuatan jaringan di sekitar saluran kemih dan dasar panggul, sehingga kontrol terhadap kandung kemih menjadi berkurang.Jangan Anggap Normal Jika Terus BerulangMeskipun tidak selalu berbahaya, inkontinensia urin dapat memengaruhi kualitas hidup. Penderitanya mungkin menjadi kurang percaya diri, membatasi aktivitas fisik, atau merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah karena takut urine keluar tanpa sengaja.Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila urine sering keluar tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan terapi yang paling sesuai, mulai dari latihan otot dasar panggul, perubahan gaya hidup, hingga penanganan medis bila diperlukan.Jangan biarkan keluhan ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Mitos vs Fakta: Bintitan Terjadi Karena Suka Ngintip?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami benjolan kecil yang terasa nyeri di kelopak mata? Banyak orang percaya bahwa bintitan muncul karena suka "mengintip". Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos.Secara medis, bintitan atau hordeolum terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata. Meski umumnya tidak berbahaya, bintitan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa Penyebab Bintitan?Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan antara lain:Menyentuh Mata dengan Tangan Kotor Bakteri dari tangan dapat berpindah ke area mata dan menyebabkan infeksi pada kelopak mata.Tidak Membersihkan Makeup Sisa riasan mata yang tidak dibersihkan sebelum tidur dapat menyumbat kelenjar minyak dan meningkatkan risiko infeksi.Lensa Kontak yang Kurang Bersih Penggunaan lensa kontak tanpa menjaga kebersihannya dapat membawa bakteri ke permukaan mata dan kelopak mata. Cara Mengatasi BintitanSebagian besar bintitan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, seperti:Kompres hangat pada kelopak mata selama sekitar 10 menit, sebanyak 3 kali sehari.Menjaga kebersihan area mata agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut.Tidak memencet atau mencoba memecahkan benjolan karena dapat memperparah infeksi. Cara Mencegah BintitanUntuk membantu mengurangi risiko bintitan, lakukan beberapa langkah berikut:Cuci tangan sebelum menyentuh area mata.Hindari kebiasaan mengucek mata.Bersihkan makeup hingga benar-benar bersih sebelum tidur.Pastikan lensa kontak selalu dalam kondisi bersih dan digunakan sesuai aturan. Kapan Harus ke Dokter?Segera periksakan diri apabila bintitan tidak membaik setelah beberapa hari, ukurannya semakin membesar, nyeri bertambah berat, atau mulai mengganggu penglihatan. Dokter mata dapat memberikan penanganan yang sesuai agar infeksi tidak berkembang lebih lanjut.Jadi, bintitan bukan terjadi karena suka "ngintip", melainkan akibat infeksi yang sering berkaitan dengan kebersihan mata. Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata di RS Panti Nirmala agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Mata Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. M. Rozi Rachmanda, Sp.M, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 09.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag