Artikel Kesehatan

Waspadai Kanker Paru-Paru, Penyakit Mematikan dengan Gejala Tersembunyi
Kesehatan

Waspadai Kanker Paru-Paru, Penyakit Mematikan dengan Gejala Tersembunyi

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Penyakit ini berkembang di jaringan paru-paru dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.Di Indonesia, kanker paru-paru banyak ditemukan terutama pada laki-laki, dengan faktor risiko utama yang berkaitan erat dengan kebiasaan merokok serta paparan zat berbahaya dari lingkungan. Jenis Kanker Paru-ParuBerdasarkan jenis selnya, kanker paru-paru dibagi menjadi dua jenis utama:Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) Merupakan jenis yang paling umum terjadi dan mencakup sebagian besar kasus kanker paru-paru.Kanker paru-paru sel kecil (SCLC) Jenis ini lebih jarang, tetapi memiliki pertumbuhan dan penyebaran yang lebih cepat, serta sering dikaitkan dengan perokok berat. Penyebab dan Faktor RisikoPenyebab utama kanker paru-paru adalah paparan zat karsinogen, terutama dari asap rokok. Baik perokok aktif maupun pasif memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini.Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko, antara lain:Paparan polusi udaraPajanan bahan kimia berbahaya (seperti asbes atau logam berat)Paparan radiasiRiwayat keluarga dengan kanker paruLingkungan kerja dengan zat berbahayaPaparan jangka panjang terhadap faktor-faktor tersebut dapat merusak sel paru-paru dan memicu pertumbuhan sel kanker. Gejala Kanker Paru-ParuPada tahap awal, kanker paru-paru sering tidak menimbulkan gejala. Keluhan biasanya muncul ketika kanker sudah berkembang atau menyebar.Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:Batuk berkepanjangan atau semakin parah, bahkan disertai darahSesak napasNyeri dadaTubuh mudah lelahSuara menjadi serakPenurunan berat badan tanpa sebab jelasNafsu makan menurunJika kanker telah menyebar, gejala tambahan seperti sakit kepala, nyeri tulang, hingga pembengkakan pada wajah atau leher dapat terjadi. Stadium Kanker Paru-ParuKanker paru-paru dibagi menjadi beberapa stadium berdasarkan tingkat penyebarannya:Stadium 1: Kanker masih terbatas di paru-paruStadium 2: Kanker mulai menyebar ke jaringan sekitarStadium 3: Penyebaran lebih luas ke kelenjar getah bening atau organ sekitarStadium 4: Kanker telah menyebar ke organ lain seperti otak atau hatiSemakin tinggi stadium, semakin kompleks penanganan yang dibutuhkan. Penanganan Kanker Paru-ParuPengobatan kanker paru-paru disesuaikan dengan jenis, stadium, serta kondisi pasien. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan antara lain:Operasi untuk mengangkat tumor pada stadium awalKemoterapi untuk membunuh sel kankerRadioterapi menggunakan radiasiTerapi target atau terapi biologis untuk menghambat pertumbuhan kankerPenanganan yang tepat dan cepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan serta kualitas hidup pasien. Upaya PencegahanPencegahan kanker paru-paru dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:Tidak merokok dan menghindari asap rokokMengurangi paparan polusi udaraMenggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja berisikoMengonsumsi makanan sehat dan bergiziRutin berolahragaLangkah pencegahan ini penting untuk menurunkan risiko terjadinya kanker paru-paru. Pentingnya Deteksi DiniDeteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker paru-paru. Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang untuk ditangani secara efektif.Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Kanker paru-paru merupakan penyakit serius yang sering kali tidak disadari pada tahap awal. Dengan mengenali faktor risiko, memahami gejala, serta melakukan pencegahan dan deteksi dini, risiko penyakit ini dapat ditekan.Perubahan gaya hidup sederhana, seperti berhenti merokok dan menjaga kesehatan, menjadi langkah penting dalam melindungi diri dari kanker paru-paru.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Henny Candrawati, M.Kes,Sp.P, praktek setiap hari Rabu & Jum'at pukul 14.00 - 17.00 WIB*dr. Resky Tantular, Sp.P(K), FAPSR, praktek setiap Senin & Jum’at pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Ngakan Putu Parsama Putra,Sp.P(K), FISR,FAPSR praktek setiap Senin, Rabu & Jum'at pukul 19.00 - 20.00 WIB*dr. Paulus Wibowo, Sp.P, praktek setiap Senin - Jum’at pukul 19.00 - 20.00 WIB*Dr. dr. Jani Jane Rosihaningsih Sugir, Sp.P(K), FISR, FAPSR, praktek setiap Selasa pukul 17.00 - 21.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Skleroderma: Ketika Kulit dan Jaringan Ikat Menjadi Terlalu “Kaku”
    Kesehatan

    Skleroderma: Ketika Kulit dan Jaringan Ikat Menjadi Terlalu “Kaku”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernahkah Anda merasa kulit bagian tangan atau wajah seperti menebal atau licin, sulit digerakkan? Atau teman yang tampak lebih cepat merasa dingin di tangan dan kakinya setiap kali cuaca menurun? Bisa jadi, hal itu bukan sekadar kelelahan atau masuk angin. Kondisi ini mungkin merupakan tanda dari skleroderma, sebuah penyakit autoimun langka yang bisa memengaruhi kulit dan lebih dari itu, organ tubuh lainnya. Apa Itu Skleroderma?Skleroderma adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh “keliru” menyerang jaringan sendiri, terutama jaringan ikat (connective tissue). Akibatnya, tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan. Hasilnya: jaringan menjadi menebal, mengeras, dan membatasi gerak serta fungsi organ.Penyakit ini dapat berbentuk lokal (terbatas pada kulit) atau sistemik (melibatkan organ dalam seperti paru, ginjal, atau jantung). Siapa yang Bisa Terkena?Meskipun tergolong langka, skleroderma bisa dialami siapa saja. Beberapa hal yang diketahui menambah risiko adalah:Wanita cenderung lebih sering terkena dibanding pria.Usia dewasa awal hingga paruh baya meskipun bukan berarti anak-anak bebas dari risiko.Ada kaitan dengan faktor autoimun dan genetik, meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Gejala yang Perlu DiwaspadaiKarena skleroderma dapat menyerang kulit dan organ tubuh lainnya, gejalanya pun beragam. Beberapa yang cukup umum antara lain:Kulit tampak menebal, mengeras atau mengilat terutama pada tangan dan wajah.Jari tangan sering terasa dingin atau berubah warna saat suhu turun.Kesulitan menggerakkan jari atau kulit terasa kaku.Bila organ dalam terlibat: sesak napas (paru), tekanan darah tinggi mendadak atau masalah ginjal, gangguan pencernaan atau menelan.Keletihan yang tak kunjung hilang dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.Karena beberapa gejala bisa mirip penyakit lain, deteksi awal sangat penting. Apa Penyebabnya?Penyebab skleroderma belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor yang dipercayai terlibat dalam mekanisme berikut:Aktivitas sistem imun yang hiperaktif, menyerang sel tubuh sendiri.Produksi kolagen atau serat jaringan ikat yang berlebihan dan penebalan pembuluh darah kecil.Faktor genetik atau paparan lingkungan tertentu juga diteliti sebagai pemicu.Singkatnya: tubuh “terlalu giat” menghasilkan kolagen dan menebalkan jaringan yang seharusnya mendukung tubuh malah menjadi hambatan. Penanganan dan HarapanKarena belum ada “obat tunggal” untuk menyembuhkan skleroderma secara total, tujuan pengobatan adalah mengendalikan gejala, memperlambat perkembangan, dan menjaga kualitas hidup. Beberapa pendekatan meliputi:Obat-obatan untuk menekan sistem imun, mengurangi peradangan, dan membantu fungsi organ.Terapi untuk kulit dan sendi seperti pengobatan dermatologis dan fisioterapi untuk tetap aktif bergerak.Pemantauan dan penanganan komplikasi organ dalam secara rutin.Gaya hidup sehat: berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, serta kontrol stres.Semakin cepat diagnosis ditegakkan terutama saat gejala awal muncul semakin baik hasilnya bagi pasien. Skleroderma mungkin terdengar menakutkan, tetapi bukan berarti tak ada harapan. Mengenali gejala-awal dan melakukan pemeriksaan medis sejak dini bisa membuat perbedaan besar. Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami perubahan kulit yang tak wajar, tangan yang selalu dingin atau kaku, atau gejala yang tak umum lainnya jangan anggap sepele.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis., Sp.DVE, praktek setiap hari Senin - Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Vaksin Rabies: Perlindungan dari Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Hewan
    Kesehatan

    Vaksin Rabies: Perlindungan dari Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Hewan

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa menyerang otak serta saraf. Penyakit ini hampir selalu berakibat fatal jika gejala sudah muncul. Penularannya biasanya melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing atau kucing.Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin?Ada dua jenis pemberian vaksin rabies:Vaksin Sebelum Terkena Gigitan (Pra-Pajanan)  Biasanya diberikan kepada orang yang berisiko tinggi, seperti dokter hewan, petugas laboratorium, atau mereka yang tinggal di daerah dengan kasus rabies tinggi.Vaksin Setelah Digigit Hewan (Pasca-Pajanan)  Diberikan segera setelah seseorang digigit atau dicakar hewan yang diduga terinfeksi rabies. Langkah ini bisa menyelamatkan nyawa.Bagaimana Cara Pemberiannya?Pra-Pajanan: Vaksin diberikan 2–3 kali pada hari-hari tertentu (misalnya hari ke-0, ke-7, dan ke-21 atau ke-28).Pasca-Pajanan: Vaksin diberikan 4–5 kali setelah gigitan, dimulai sesegera mungkin pada hari pertama.Jika luka gigitan tergolong parah, dokter juga akan memberikan suntikan tambahan yang disebut imunoglobulin rabies.Apakah Vaksin Ini Aman?Ya, vaksin rabies aman digunakan dan terbukti efektif mencegah penyakit ini. Efek samping biasanya ringan, seperti rasa nyeri di tempat suntikan, demam ringan, atau lelah sesaat.Mengapa Harus Segera Divaksin?Karena rabies hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani sebelum gejala muncul. Begitu tanda-tanda seperti demam tinggi, kesulitan menelan, atau kejang mulai terlihat, penanganan medis biasanya sudah terlambat. Jika digigit atau dicakar hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera bersihkan luka dan pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Jangan tunggu sampai gejala muncul, karena vaksin adalah satu-satunya cara efektif mencegah penyakit ini berkembang.*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Tekanan Darah Tinggi? Ini Cara Ampuh Mengendalikannya!
    Kesehatan

    Tekanan Darah Tinggi? Ini Cara Ampuh Mengendalikannya!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi tanpa disadari. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung hingga stroke, bila tidak ditangani dengan baik.1. Perhatikan Pola Makan  Mengurangi konsumsi garam adalah langkah penting. Makanan tinggi natrium dapat membuat tekanan darah naik. Perbanyak buah, sayur, dan makanan yang kaya serat serta rendah lemak jenuh.2. Rutin Berolahraga  Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama 30 menit setiap hari, bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.3. Kelola Stres  Stres berkepanjangan dapat memengaruhi tekanan darah. Luangkan waktu untuk relaksasi melalui meditasi, hobi, atau sekadar menikmati waktu bersama keluarga.4. Hindari Rokok dan Alkohol Berlebihan  Merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko komplikasi hipertensi. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan juga bisa membuat tekanan darah melonjak.5. Cek Tekanan Darah Secara Berkala  Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi hipertensi sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Setyasih A., Sp.JP, praktek setiap hari Rabu pukul 18.30 - 20.00 WIB*dr. Sasmojo W, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Senin, Kamis dan Jumat pukul 17.00 - 20.00 WIB*dr. Indra Prasetya, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Selasa dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wursito, Sp.JP, praktek setiap hari Rabu dan Kamis pukul 10.00 - Selesai WIB*dr. Valerinna Yogibuana Swastika Putri, Sp.JP, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wella Karolina, Sp.JP, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Edukasi Kesehatan Gigi di RS Panti Nirmala: Senyum Sehat Dimulai dari Pengetahuan
    Kesehatan

    Edukasi Kesehatan Gigi di RS Panti Nirmala: Senyum Sehat Dimulai dari Pengetahuan

    Malang – Jumat, 3 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh semangat edukatif di area Poliklinik Rawat Jalan RS Panti Nirmala. Bukan sekadar tempat menunggu giliran pemeriksaan, suasana pagi itu berubah menjadi ruang belajar yang hangat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.Dalam kegiatan ini, dua dokter gigi, drg. Ester Handayani Lodra, Sp.BM dan drg. Dimas Surya Saputra, Sp.KG(S), hadir sebagai narasumber untuk memberikan wawasan penting tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sehari-hari. Edukasi Menarik dan InteraktifDengan penyampaian yang ringan dan interaktif, kedua dokter berbagi pengetahuan seputar cara menyikat gigi yang benar, pola makan yang mendukung kesehatan gigi, hingga pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.Peserta yang terdiri dari penunggu pasien tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya seputar masalah gigi yang sering dialami sehari-hari. Meningkatkan Kesadaran Kesehatan MasyarakatProgram penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen RS Panti Nirmala untuk tidak hanya memberikan pelayanan kuratif (pengobatan), tetapi juga preventif dan edukatif.Melalui kegiatan seperti ini, rumah sakit berupaya menjadikan setiap kunjungan pasien lebih bermakna tidak hanya sekadar menunggu giliran pemeriksaan, tetapi juga mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat. Komitmen Terus Hadirkan Kegiatan EdukasiKegiatan edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan gigi dan mulut, karena kesehatan yang baik berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.Melalui rangkaian kegiatan seperti ini, RS Panti Nirmala terus menunjukkan komitmennya untuk Peduli, Melayani, dan Menginspirasi masyarakat.#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • HUT ke-96 RS Panti Nirmala: Donor Darah Jadi Wujud Nyata Kepedulian
    Kesehatan

    HUT ke-96 RS Panti Nirmala: Donor Darah Jadi Wujud Nyata Kepedulian

    Malang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-96, Rumah Sakit Panti Nirmala menggelar kegiatan donor darah pada Kamis, 2 Oktober 2025. Acara ini dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap sesama.Kegiatan yang diikuti oleh karyawan rumah sakit, tenaga medis, serta masyarakat umum ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Sejak pagi, peserta sudah mulai berdatangan ke lokasi donor untuk mendaftarkan diri dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah menjadi bagian dari rangkaian acara HUT RS Panti Nirmala tahun ini, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang rumah sakit yang hampir satu abad melayani masyarakat.Selain memberikan manfaat bagi penerima darah, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara rutin. Dengan mendonorkan darah, tubuh akan menstimulasi pembentukan sel darah baru yang baik untuk kesehatan, sekaligus menumbuhkan rasa empati sosial. Acara berlangsung dengan tertib dan hangat, diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan tim medis yang telah berpartisipasi aktif. Perayaan HUT RS Panti Nirmala kali ini mengusung semangat “Peduli, Melayani, dan Menginspirasi” sebuah pesan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang penyembuhan, tetapi juga tentang berbagi dan memberi kehidupan.#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • HUT ke-96 RS Panti Nirmala: Tradisi, Syukur, dan Kehangatan Keluarga Besar Rumah Sakit
    Kesehatan

    HUT ke-96 RS Panti Nirmala: Tradisi, Syukur, dan Kehangatan Keluarga Besar Rumah Sakit

    Malang – Rumah Sakit Panti Nirmala merayakan hari jadinya yang ke-96 dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Perayaan tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.Rangkaian acara dimulai dengan ziarah makam, dilanjutkan dengan MISA syukur, serta ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh keluarga besar RS Panti Nirmala. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di setiap momen acara, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian dari budaya rumah sakit.Perayaan ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh staf medis dan karyawan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan usia yang hampir mencapai satu abad, RS Panti Nirmala berkomitmen untuk tetap menjadi rumah bagi kesehatan dan harapan bagi masyarakat.HUT ke-96 ini menjadi simbol perjalanan panjang dan dedikasi tanpa henti dari seluruh keluarga besar RS Panti Nirmala dari generasi ke generasi, dari tradisi menuju pelayanan yang semakin modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.ke-96, RS Panti Nirmala! Semoga semangat pelayanan dan kasih terus menyertai setiap langkah menuju masa depan yang lebih sehat dan penuh berkah.#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Mengenal Ataksia Friedreich: Penyakit Saraf Langka yang Menggerogoti Koordinasi Tubuh
    Kesehatan

    Mengenal Ataksia Friedreich: Penyakit Saraf Langka yang Menggerogoti Koordinasi Tubuh

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Ataksia Friedreich adalah gangguan genetik langka yang menyerang sistem saraf dan memengaruhi kemampuan tubuh dalam bergerak secara terkoordinasi. Penyakit ini termasuk jenis ataksia herediter yang paling sering ditemukan, meskipun jumlah kasusnya tetap tergolong sedikit.Penyebab dan Faktor GenetikAtaksia Friedreich terjadi akibat mutasi pada gen FXN (frataxin). Mutasi ini mengganggu produksi protein frataxin yang berperan penting dalam fungsi mitokondria dan metabolisme sel. Penyakit ini diwariskan secara autosomal resesif, yang berarti seseorang hanya akan mengalami gejala bila menerima salinan gen rusak dari kedua orang tuanya.Kapan Gejala Mulai Muncul?Sebagian besar kasus muncul pada usia anak-anak hingga remaja, biasanya antara umur 10 hingga 15 tahun. Namun, ada pula tipe yang berkembang di usia lebih dewasa. Late-Onset Friedreich’s Ataxia (LOFA) terjadi setelah usia 25 tahun, sementara Very Late-Onset Friedreich’s Ataxia (VLOFA) baru terlihat di atas usia 40 tahun.Gejala yang Perlu DiwaspadaiPada tahap awal, penderita biasanya mengalami kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang menurun. Seiring waktu, gejala dapat berkembang menjadi:Bicara menjadi pelan dan sulit dipahami (disartria).Refleks pada kaki melemah atau hilang.Kelemahan otot, kelelahan, serta kelainan bentuk tulang seperti skoliosis atau kaki melengkung (pes cavus).Komplikasi serius seperti penyakit jantung (kardiomiopati hipertrofik) dan diabetes.Diagnosis yang Tepat Menentukan PenangananPemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk memastikan diagnosis. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, tes neurologis, pemeriksaan konduksi saraf, ekokardiografi untuk memeriksa kondisi jantung, serta pemindaian MRI atau CT scan. Tes genetik juga dilakukan untuk memastikan adanya mutasi pada gen FXN.Belum Ada Obat, Namun Perawatan Bisa MembantuHingga kini, belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan Ataksia Friedreich secara tuntas. Meski begitu, berbagai langkah penanganan dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita.Pendekatan perawatan mencakup fisioterapi dan terapi okupasi untuk menjaga fungsi motorik, penggunaan alat bantu seperti penyangga atau kursi roda, serta pengobatan komplikasi seperti gangguan jantung dan kadar gula darah tinggi. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki skoliosis atau deformitas pada kaki.Meski tergolong langka dan belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan, harapan tetap terbuka melalui riset dan terapi baru. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu penderita menjalani hidup dengan lebih baik, meski menghadapi tantangan yang tidak ringan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulastri, Sp.N, CIPS., FIN, praktek setiap hari Rabu dan Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin, dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Yuk Ketahui Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Vape
    Kesehatan

    Yuk Ketahui Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Vape

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Vape seringkali dipersepsikan lebih aman dibanding rokok tembakau, baik itu kretek maupun filter. Namun, meskipun penggunaannya tampak lebih modern dan beragam rasa, vape tetap mengandung nikotin, zat adiktif yang diambil dari tembakau meski dicampur dengan aneka rasa yang menggoda selera. Dengan demikian, efek negatifnya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan, bahkan bisa menyerupai dampak rokok konvensional. Berikut lima dampak serius dari penggunaan vape yang perlu diketahui:1. Kecanduan Nikotin Lebih ParahNikotin adalah zat yang sangat adiktif. Karena vape bekerja dengan sistem elektrik dan tekanan tinggi, nikotin masuk ke tubuh dalam jumlah besar melalui uap. Hal ini membuat ketergantungan berkembang pesat, ditandai dengan gejala fisik seperti pusing dan mual saat mencoba berhenti.2. Perkembangan Otak Remaja TerancamBagi remaja yang otaknya masih terus berkembang hingga sekitar usia 25 tahun nikotin bisa sangat berbahaya. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), zat ini dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab atas perhatian, suasana hati, pembelajaran, dan pengendalian impuls. Proses pembentukan ingatan dan kemampuan belajar sangat rentan terganggu.3. Risiko Penyakit Paru-paruUap dari vape mengandung senyawa seperti acrolein yang bahkan digunakan sebagai pembasmi gulma yang bisa menyebabkan cedera paru akut, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), serta asma. Selain itu, bahan perisa tertentu seperti diacetyl berpotensi merusak sel paru-paru secara serius.4. Ancaman Terhadap Jantung dan Pembuluh DarahNikotin dalam vape memicu produksi hormon adrenalin. Saat hormon ini meningkat terus menerus, detak jantung pun ikut meningkat demi memperlancar aliran darah tapi itu memaksa jantung bekerja lebih keras daripada seharusnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berujung pada serangan jantung, bahkan kematian mendadak. 5. Keracunan dari Nikotin Dalam Jumlah BanyakPaparan nikotin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan keracunan akut. Gejalanya mulai dari mual dan muntah, hingga yang lebih parah seperti kejang dan gangguan pernapasan. Dalam situasi ekstrem, hal ini bisa fatal apalagi satu botol kecil liquid vape bisa mengandung hingga 100 mg nikotin, jauh melebihi dosis berbahaya (sekitar 30–60 mg untuk orang dewasa). Walau vape terlihat lebih modern dan “bersih,” sejatinya ia tidak lebih aman daripada rokok konvensional. Vape tetap menyimpan risiko tinggi: mulai dari kecanduan, gangguan perkembangan otak remaja, kerusakan paru-paru dan jantung, hingga potensi keracunan fatal. Cara paling bijak dan efektif untuk melindungi kesehatan Anda adalah berhenti sepenuhnya dari segala bentuk rokok termasuk rokok elektrik, tembakau, maupun shisha.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Henny Candrawati, M.Kes,Sp.P, praktek setiap hari Rabu & Jum'at pukul 14.00 - 17.00 WIB*dr. Resky Tantular, Sp.P(K), FAPSR, praktek setiap Senin & Jum’at pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Ngakan Putu Parsama Putra,Sp.P(K), FISR,FAPSR praktek setiap Senin, Rabu & Jum'at pukul 19.00 - 20.00 WIB*dr. Paulus Wibowo, Sp.P, praktek setiap Senin - Jum’at pukul 19.00 - 20.00 WIB*Dr. dr. Jani Jane Rosihaningsih Sugir, Sp.P(K), FISR, FAPSR, praktek setiap Selasa pukul 17.00 - 21.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Alzheimer: Ketika Fungsi Otak Perlahan Memudar
    Kesehatan

    Alzheimer: Ketika Fungsi Otak Perlahan Memudar

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Apa Itu Alzheimer?Penyakit Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif yang berkembang secara perlahan menjadi penyebab paling umum dari demensia. Penyakit ini merusak sel otak, sehingga memengaruhi daya ingat, berpikir, dan perilaku sehari-hari. Meskipun seringkali menyerang lansia, Alzheimer juga bisa muncul pada usia yang masih produktif walau kasusnya lebih jarang.Siapa yang Rentan Terkena?Faktor risiko Alzheimer relatif kompleks. Meskipun usia lanjut adalah pemicu utama, kondisi seperti akses edukasi rendah, penyakit metabolik (diabetes, obesitas), riwayat keluarga, dan gaya hidup turut berperan meski belum semua mechanisme pendorongnya dijelaskan secara pasti.Gejala yang Wajib DiwaspadaiGejala Alzheimer biasanya mulai terlihat secara perlahan: mulai dari lupa yang sering terjadi hingga kesulitan bernavigasi di tempat yang sudah familiar. Seiring waktu, penderita mengalami gangguan bicara, disorientasi, serta kesulitan melakukan tugas sehari-hari sederhana.Menurut pengamatan komunitas, selain gangguan kognitif, penderita juga bisa menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah, apatis, atau bahkan halusinasi.Dampak Alzheimer dalam Kehidupan Sehari-hariKetika kemampuan berpikir dan mengingat mulai menurun, penderita bisa mengalami kesulitan menggenggam sendok atau lupa cara menelan makanan bahkan mengancam keselamatan seperti risiko tersedak. Malnutrisi, dehidrasi, dan keterlepasan sosial menjadi komplikasi serius yang mengikutinya.Apakah Alzheimer Bisa Disembuhkan?Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan Alzheimer sepenuhnya. Penanganan difokuskan pada peredaan gejala dan menjaga kualitas hidup melalui terapi pendukung seperti obat-obatan yang membantu memori dan dukungan psikososial.Langkah Pencegahan yang Bisa Dimulai dari SekarangMeskipun tidak bisa sepenuhnya dicegah secara medis, sejumlah penelitian menyarankan upaya pencegahan secara sadar, antara lain:Berolahraga secara teratur (min. 30 menit per hari)Rutin melakukan stimulasi otak seperti membaca, bermain teka-teki, atau belajar hal baruMenjalin interaksi sosial yang aktif dan menyenangkanMenjaga pola makan sehat, tidur cukup, serta mengatur stresMengelola risiko kesehatan seperti tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darahMengapa Topik Ini Penting untuk Diketahui?Demensia, termasuk Alzheimer, merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat. Diperkirakan, jumlah penderita demensia bisa mencapai puluhan juta pada dekade-dekade mendatang. Oleh karena itu, kesadaran dan penanganan dini menjadi sangat penting baik bagi individu maupun keluarga.Alzheimer bukanlah sekadar pelupa biasa ini adalah penyakit otak yang merusak kemampuan berpikir dan mengingat secara bertahap. Gejalanya berkembang secara halus, kemudian berdampak besar: dari hilang ingatan hingga hilangnya kemampuan dasar fungsi hidup. Meski belum ada obatnya, gaya hidup sehat, stimulasi mental, dan pengelolaan faktor risiko dapat membantu memperlambat kerusakan otak. Menyadari dan menghadapi Alzheimer sejak dini adalah langkah krusial untuk menjaga kualitas hidup dan hubungan dengan orang tersayang.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulastri, Sp.N, CIPS., FIN, praktek setiap hari Rabu dan Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin, dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Benarkah HIV Bisa Menular Saat Berenang? Ini Faktanya
    Kesehatan

    Benarkah HIV Bisa Menular Saat Berenang? Ini Faktanya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pada akhir 1980-an, publik sempat digegerkan oleh laporan bahwa seseorang yang pernah mengalami luka di kepala dan berdarah saat berenang lalu didiagnosis mengidap HIV. Berita ini menyulut kekhawatiran: apakah virus bisa menyebar lewat air kolam?Fakta: HIV Tidak Menular Lewat Kolam RenangDalam kenyataannya, dokter dan para ahli memastikan: penularan HIV lewat kolam renang adalah mitos. Virus HIV yang keluar dari tubuh cepat mati apalagi ketika terkena klorin sehingga tidak bisa menular melalui air.Kenapa Virus HIV Mati di Air Kolam? Kolam umumnya menggunakan klorin untuk menjaga kebersihan. Zat ini efektif membunuh patogen seperti HIV. Virus HIV tidak kuat hidup di luar tubuh manusia dan tidak bisa berkembang biak di lingkungan umum. Pandangan Ahli KesehatanMenurut dr. Evy Yunihastuti dari Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI), HIV tidak dapat menularkan melalui kolam renang maupun toilet umum, karena virus ini mudah mati begitu berada di luar tubuh.Selain itu, mitos bahwa HIV dapat menyebar melalui bersin, keringat, atau air ludah juga salah kaprah. Virus hanya bisa menular lewat cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.Mengapa Beberapa Kekhawatiran Bisa Muncul?Sensasi tidak nyaman muncul karena persepsi atas darah atau luka, tetapi perlu diingat bahwa kolam renang dengan pengelolaan yang baik biasanya tetap aman. Kalaupun ada darah di kolam, klorin dan sistem penyaringan air akan meminimalkan risiko.Berenang bersama penderita HIV tidak akan menyebabkan penularan. Virus ini tidak bisa bertahan di air kolam, apalagi dalam kondisi diklorin dengan baik. Meski pernah terjadi insiden yang memicu kekhawatiran, para pakar dan penelitian medis kini sepakat bahwa berenang bukan jalur penularan HIV. Jadi, kamu bisa tetap menikmati olahraga ini tanpa rasa takut berlebihan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7  Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini 

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0